Ada apa apa Kunci, tidak ada apa apa Kunci.
Di manapun kita berada, dalam keadaan apapun, dari pada melamun, atau berfikir yang tidak tidak, lebih baik digunakan untuk “membaca” Kunci dalam rasa. Tentu saja, tidak perlu “patrap Kunci”, yaitu bersikap menyembah seperti dalam Gambar 1.
Sikapnya, disesuaikan situasi dan kondisi kita saat itu.

Gambar 1 - Patrap Kunci
Pengalaman,
Banyak sekali kadhang yang mengalami, dengan tidak lupa Kunci, Hidup menghindarkan dirinya dari melapetaka, kecelakaan, musibah, atau kejadian yang tidak mengenakkan. Tahunya setelah terjadi.
Mendapatkan “KUNCI”
Telah kita ketahui, kata kata “Kunci”, dari membaca tulisan di depan.
Kalau menggunakan “Kunci” dari menghafal tulisan itu, bisa, tetapi sampai bisa benar benar merasakan dayanya “Kunci” dan membuktikan pula kerjanya Hidup, karena menggunakan “Kunci”, sebaiknya, mintalah “Kunci” itu kepada salah seorang yang sudah lebih dulu menghayati Laku Kasampurnan.
Nantinya, yang memberikan bukan manusianya, tetapi Hidup memberikan kepada Hidup. Jadi dari Gaib kepada Gaib, yang diberikan, “Kunci” itu, juga Gaib.
|